#KonserMaraton: MUDEJAR Classic Guitar Concert (Hari Terakhir)
10.23.00Setelah sabtunya nonton konser SNSD di MEIS, minggunya gue nonton konser gitar klasik Mudejar (re:mudehar).
Gue sebenernya udah beberapa kali gitu nonton konser gitar klasik. jadi, pengalaman nonton konser Mudejar kemarin bukan sesuatu yang baru-seharusnya. tapi ada yang buat beda, konsernya bukan di concert hall, tapi di mesjid istiqlal. Malah sabtunya konser di Gereja Katredal.
Sesungguhnya gue ga terlalu ngerti Mudejar itu apa, tapi yang gue tangkep Mudejar itu pembagian era untuk gaya arsitektur di Eropa yang juga berhubungan dengan Islam dan Kristen gitu. Kalo gue salah tangkep, boleh dibenerin yah. heuheu.
Dan uniknya lagi, Mudejar ga cuman konser aja, tapi ada pameran foto juga (yang ditemani dengan makanan ringan enak gituh heuheuheu). Foto era-era arsitektur di Eropa, ada era Gothic, Baroque dan lain-lain yang gue lupa namanya apa. Di salah satu pameran itu ada satu foto yang unik, dimana gereja dan mesjid nempel sebelahan tetanggan di wilayah Yahudi. Dan masih eksis sampe sekarang. maksud gue, gereja dan mesjidnya masih tetap dipakai dengan baik. keren yah. Mau dong Indonesia kayak gitu :D
Nah, dari foto-foto tersebut gue bisa ambil kesimpulan, bahwa otak manusia memang berkembang. pengetahuan juga, kepintaran juga. Serunya lagi, setiap gaya aristektur itu ada ciri khasnya. gue inget deh, ada di era/jaman pertama (gue lupa namanya apa) ada satu foto gitu memperlihatkan gaya arsitektur dari penggambungan fisika dan matematika yang artinya tak terbatas. Seperti hubungan manusia dan Tuhan, Tidak terbatas. gila, keren banget pemikirannya.
Dari pameran, gue langsung cari tempat strategis untuk menonton Ginaster "Boo boo" Sianturi. Dia ini gitaris Indonesia, tapi sekolahnya di Amerika dan London, Inggris. dan sekarang lagi ambil S2 juga di London Inggris.
Jam 8 malem teng konsernya dimulai. Dibuka sama nyanyian aceh gitu sama bapak-bapak umur 60an, tapi sekali lagi, maaf, lupa nama siapa yang nyanyi. huhuhuhu :(
Terus Boo boo, mainin lagu Asturias (Isaac Albeniz 1860-1909), Capricho Arabe (Fransisco Tarrega 1852-1909) sama Danza Espagnola No.5 (Enrique Granandos 1867-1916). keren banget parah. Terus lagunya enak gitukan, dia juga bawainnya santai gitu. gue sampe merinding nontonnya.
Abis bawain 3 lagu, ada istirahat dulu terus dia mainin 3 lagu lagi. tapi ga sendiri, berdua. ditemenin sama Marlina Deasy Hartanto, yang nyanyi seriosa.
Mereka bawain 3 lagu lagi, A moment of joy The moody of Love (Ali zakaria Al-Ansari), Bachianas Brasileiras No.5 Aria (Cantilena) (Heitor Villa-Lobos 1887-1959), sama Siete Canciones Populares Espanolas (Manuel de Falla 1876-1946).
Pas bawain A moment of joy The moody of Lovenya Ali zakaria Al-Ansari, bagus deh. soalnya lagunya semacam ada aksen lagu-lagu arab gitu. jadi lagunya semacam kolaborasi arab-arab-eropa.
Deasy pas nyanyi.. beuh... merinding gue. suaranya halus banget gitu. keren deh. duh ga ngerti lagi selain kata keren apa. heuheuehu
Abis itu konser selesai. semua penonton tepuk tangan. bahkan ada yang standing applause gitu buat Boo boo sama Deasy. Sebagai penghormatan Boo boo mainin dua lagu bonus lagi. asik banget.
Yang gue suka dari konser klasik itu, si artistnya bawain yang real. gabisa fake. gabisa 'lipsing' atau apapunlah yang berhubungan dengan ketidak-real-an. Mereka memberikan seni yang nyata.
ya.. walopun sayangnya ga semua orang suka musik Klasik. karna ga sedikit lagu-lagunya yang bikin ngantuk. sama aja kali yah kaya musik Jazz, ga semua suka musik jazz. karna ada yang merasa ga bisa tidur dan berisik kalo dengerin musik Jazz. Jazz benerin yah bukan Jazz-padahal-Pop :p heuheu
Nah, teman-teman sekian lah perjalanan dua hari gue menulusuri konser di dua tempat yang berbeda, dengan genre yang berbeda tetapi di kota yang sama.
Semoga bermanfaat!

0 comments