Menutup bulan februari gue menghabiskan malam dengan makan sushi bersama seorang teman di daerah Tebet Utara. Diperjalanan di kereta, gue bertemu dengan seorang ibu dan dua anaknya, cewe dan cowo.
Anak cowonya yang masih balita teriak-teriak dan sang ibu masih cuek dengan hapenya. lalu sang adik kecil itu duduk di lantai kereta dan kembali cuek, dan dengan lantangnya si adik berteriak kembali. Si ibu mencoba menenangkan dengan cara yang tidak tepat, dan berbicara kasar.
Gue sejujurnya aga terganggu. haha
Beberapa kali gue melirik, memperhatikan dan mengambil pelajaran.
Disitu gue baru menyadari, bahwa wanita memang sepantasnya berpendidikan tinggi atau setidaknya cerdas. bukan, bukan gue menjudge ibu tadi tidak mempunyai pendidikan yang cukup.
hanya saja gue merasa, jika seorang wanita mempunyai pendidikan yang baik, dia akan mendidik anaknya dengan sikap yang baik juga. dengan cara yang baik, agar anak-anaknya kelak menjadi anak-anak yang baik atau bahkan harus lebih baik dari ibu mereka.
Makanya gue ga pernah ngerti sama pikiran manusia 'modern',
"Ngapain cewe kuliah tinggi-tinggi kalo jatohnya cuma ngurusin anak?"
loh? ngapain? ya untuk ngurusin anak dong :)
bukannya semua sudah di jalannya? semua sudah ada tempat dan tracknya masing-masing? semua sudah ada hakikatnya masing-masing?
Pria bekerja. wanita mendidik anak.
bukan, bukan pria tidak boleh ikut mendidik anak dan wanita tidak boleh kerja, karena ini sesungguhnya dikembalikan ke perspektif masing-masing individu.
Wanita cerdas akan mempunyai cara cerdas juga untuk mendidik anaknya. karena kelak, seorang ibulah yang akan dekat dengan anak-anaknya. yang (seharusnya) lebih sering ada di rumah.
Wanita cerdas pula yang akan melahirkan tunas-tunas kehidupan yang cerdas :)
Anak cowonya yang masih balita teriak-teriak dan sang ibu masih cuek dengan hapenya. lalu sang adik kecil itu duduk di lantai kereta dan kembali cuek, dan dengan lantangnya si adik berteriak kembali. Si ibu mencoba menenangkan dengan cara yang tidak tepat, dan berbicara kasar.
Gue sejujurnya aga terganggu. haha
Beberapa kali gue melirik, memperhatikan dan mengambil pelajaran.
Disitu gue baru menyadari, bahwa wanita memang sepantasnya berpendidikan tinggi atau setidaknya cerdas. bukan, bukan gue menjudge ibu tadi tidak mempunyai pendidikan yang cukup.
hanya saja gue merasa, jika seorang wanita mempunyai pendidikan yang baik, dia akan mendidik anaknya dengan sikap yang baik juga. dengan cara yang baik, agar anak-anaknya kelak menjadi anak-anak yang baik atau bahkan harus lebih baik dari ibu mereka.
Makanya gue ga pernah ngerti sama pikiran manusia 'modern',
"Ngapain cewe kuliah tinggi-tinggi kalo jatohnya cuma ngurusin anak?"
loh? ngapain? ya untuk ngurusin anak dong :)
bukannya semua sudah di jalannya? semua sudah ada tempat dan tracknya masing-masing? semua sudah ada hakikatnya masing-masing?
Pria bekerja. wanita mendidik anak.
bukan, bukan pria tidak boleh ikut mendidik anak dan wanita tidak boleh kerja, karena ini sesungguhnya dikembalikan ke perspektif masing-masing individu.
Wanita cerdas akan mempunyai cara cerdas juga untuk mendidik anaknya. karena kelak, seorang ibulah yang akan dekat dengan anak-anaknya. yang (seharusnya) lebih sering ada di rumah.
Wanita cerdas pula yang akan melahirkan tunas-tunas kehidupan yang cerdas :)