Entah kenapa cukup gerah sama pemberitaan media yang agaknya berlebihan perihal larangan berjilbab di Bali.
Nah, sekarang saya lagi magang sebagai mahasiswi semester 7 di Bali. Mau sedikit sharing, tentang apa yang saya rasakan selama tinggal di Bali :)
Kemarin (15/8) baru aja disarankan buat ga pake kerudung dikantor sama salah seorang rekan atasan saya.
Alasannya biar bisa lebih akrab, dan menurut beliau aga segan ngomong sama orang yang pake kerudung. Jadi ga terlalu bebas.
Agak kaget sih, tapi langsung saya tolak baik-baik. Mencoba menjelaskan bahwa kerudung ya kewajiban bukan sesuatu hal yang bisa dilepas-pakai. Kemudian diapun mengerti (kayaknya sih haha). Mungkin, Beliau menyarankan karna tidak paham hakikat berkerudung itu wajib hukumnya untuk seorang muslimah. Mungkin masih melihat banyak muslimah yang tidak berkerudung di Bali. Sama saja seperti kita sebagai muslim yang ga paham sama makna dari sesajian yang mereka taruh didepan rumah, toko, dan jalan.
Lebih dari itu saya ga pernah disuruh buka kerudung. Malah dikantor dikasih tau kalo mau sholat tempatnya dimana. Mereka welcome dan baik-baik sekali.
Di Bali sendiri, selama 2 minggu disini semuanya baik-baik aja. ya walopun disini orang pake kerudung diliatinnya kaya 'gimana' gitu. Ya namanya juga minoritas, mungkin dilihat aneh. Mungkin. Dan lebih sering digodain di sini daripada di Jakarta. Tapi di godainnya juga masih dalam tahap, "asslamualaikum" gapernah yang aneh-aneh.
Saya memang pernah baca berita tentang larangan berkerudung di salah satu SMA di Denpasar. Tapi sedang dalam proses.
Menurut saya, apa yang diberitakan di media terlaludibesar-besarkan.
Mungkin ada rencana dari pemerintah Bali untuk melarang berkerudung.
Kalo ada larangan? Ya ga usah kerja di Bali. Ya gausah ke Bali. Wong masih banyak kok tempat kerja yang menunjang tanpa harus mengganggu apa yang sudah diwajibkan.
Nah, sekarang kembali lagi kepada kita sebagai muslim. Bagaimana kita menjelaskan, bagaimana kita berperilaku, bagaimana kita harus tetap menghargai pendapat mereka. Agar kita bisa diterima. Bukan malah menjelek-jelekan, asal bicara, dan melakukan hal-hal yang malah mengurangi nilai kita sebagai muslim. Harusnya perilaku kita menjadi bukti, bahwa kita-berkerudung-bukan ancaman kok untuk mereka jadi ga ada alasan buat melarang :)
Mulai sekarang yang gatau atau taunya cuma setengah-setengah (dan muslim) harus pintar. Jangan asal mengeneralisasi sesuatu. Kalo gatau diem. Kalo tau setengah-setengah jangan banyak omong. Telusuri dulu akarnya, lihat dulu faktanya.
Jangan sampe hal ini memecah karna ke-sok-tauan kita :)
Semoga bisa menjadi referensi yah!
Alasannya biar bisa lebih akrab, dan menurut beliau aga segan ngomong sama orang yang pake kerudung. Jadi ga terlalu bebas.
Agak kaget sih, tapi langsung saya tolak baik-baik. Mencoba menjelaskan bahwa kerudung ya kewajiban bukan sesuatu hal yang bisa dilepas-pakai. Kemudian diapun mengerti (kayaknya sih haha). Mungkin, Beliau menyarankan karna tidak paham hakikat berkerudung itu wajib hukumnya untuk seorang muslimah. Mungkin masih melihat banyak muslimah yang tidak berkerudung di Bali. Sama saja seperti kita sebagai muslim yang ga paham sama makna dari sesajian yang mereka taruh didepan rumah, toko, dan jalan.
Lebih dari itu saya ga pernah disuruh buka kerudung. Malah dikantor dikasih tau kalo mau sholat tempatnya dimana. Mereka welcome dan baik-baik sekali.
Di Bali sendiri, selama 2 minggu disini semuanya baik-baik aja. ya walopun disini orang pake kerudung diliatinnya kaya 'gimana' gitu. Ya namanya juga minoritas, mungkin dilihat aneh. Mungkin. Dan lebih sering digodain di sini daripada di Jakarta. Tapi di godainnya juga masih dalam tahap, "asslamualaikum" gapernah yang aneh-aneh.
Saya memang pernah baca berita tentang larangan berkerudung di salah satu SMA di Denpasar. Tapi sedang dalam proses.
Menurut saya, apa yang diberitakan di media terlaludibesar-besarkan.
Mungkin ada rencana dari pemerintah Bali untuk melarang berkerudung.
Kalo ada larangan? Ya ga usah kerja di Bali. Ya gausah ke Bali. Wong masih banyak kok tempat kerja yang menunjang tanpa harus mengganggu apa yang sudah diwajibkan.
Nah, sekarang kembali lagi kepada kita sebagai muslim. Bagaimana kita menjelaskan, bagaimana kita berperilaku, bagaimana kita harus tetap menghargai pendapat mereka. Agar kita bisa diterima. Bukan malah menjelek-jelekan, asal bicara, dan melakukan hal-hal yang malah mengurangi nilai kita sebagai muslim. Harusnya perilaku kita menjadi bukti, bahwa kita-berkerudung-bukan ancaman kok untuk mereka jadi ga ada alasan buat melarang :)
Mulai sekarang yang gatau atau taunya cuma setengah-setengah (dan muslim) harus pintar. Jangan asal mengeneralisasi sesuatu. Kalo gatau diem. Kalo tau setengah-setengah jangan banyak omong. Telusuri dulu akarnya, lihat dulu faktanya.
Jangan sampe hal ini memecah karna ke-sok-tauan kita :)
Semoga bisa menjadi referensi yah!