wanita dalam cermin

11.05.00

"sudahlah.

tak usah sedih seperti itu.
sakit itu memang biasa. 
bukankah memang harus sakit untuk menjadi lebih kuat?
anggap saja Tuhan sedang melatihmu untuk naik kelas.
ini bukan yang selalu kau pinta dalam untaian doa?
untuk menjadi manusia kuat?"
kataku pada wanita dalam cermin yang raut mukanya tak seperti biasa.
dia tetap diam.
dan mengacuhkan kata ku.

"tak usahlah..
tak usahlah masalah hidup kau bawa berlarut.
tentu Tuhan menitipkan masalah padamu lengkap dengan jawabannya.
tak mungkin Tuhan membiarkanmu luntang-lantung kebingungan.
ini hanya butuh waktu.
sungguh.
percayalah, diluar sana masih banyak manusia yang masalahnya mungkin lebih berat
lebih berat dari sekedar masalahmu.
masalahmu kecil.
hanya saja kau buat besar dengan cara dieluhkan setiap detik"
dan wanita itu tidak bergeming. hanya menatap kosong.
tatapan kesedihan.
entah apa yang ada dipikirannya.

"tapi mengapa harus aku?" 
kata wanita dalam cermin. berbicara setelah sekian lama bungkam
"mengapa harus aku yang dipilih Tuhan?" tanyanya lagi

"mengapa tidak? :) "

You Might Also Like

0 comments

Pinterest

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe