Pria dengan ambisi

11.17.00

aku mencium ambisi saat bernafas kemarin
ambisi akan masa depan yang  diimpikan sejak lama
aku melihat ambisi saat beribu mata menatap panggung yang sama kemarin
ambisi yang dibangun dalam pikiran bertahun lalu
aku merekam semuanya kemarin
lalu memasukannya dalam setiap sel darah pada badanku

aku merasakannya
dia, ambisimu
yang membuat mu ingin terus hidup
untuk mendapatkan gantungan-gantungan mimpi
ambisi yang membuatmu kadang lemah
lemah tak berdaya akan kekuatannya
ambisi yang memporakporandakan keyakinan yang kau bangun
ambisi yang memakan kebahagiaanmu dan waktumu untuk terseyum
lalu ambisimu mencekikmu
hingga kau merasa payah atas prestasi yang kau punya
ambisi membutakanmu
menghilangkan pikiran warasmu

tapi. tapi yang aku tau pasti
yang aku pahami kemarin.
kau tak pernah peduli akan ambisi yang mencekikmu kuat
atau membuatmu buta
dan tak mendengar apa-apa selain arahan keinginannya
karena kau tau 
dia yang mampu menghilangkan rasa puasmu
dan membuatmu ingin berlari saat mimpimu terasa jauh didepan matamu
ambisimu yang membuatmu merasa terbelakang atas pencapaian
ya, karena ambisi yang melatih mu. untuk bekerja berlipat dari manusia normal lainnya.
untuk mencapai satu demi satu potongan mimpimu
mimpi yang kau gambarkan padaku kemarin, kemarin lusa, setahun kemarin, dan bertahun kemarin

hebat dirimu
yang tak pernah lelah mendengar ambisi
karena kau tau, pada suatu hari nanti
ambisi akan meninggalkanmu
saat hutangnya terbalas. 
hutang akan mimpi yang dia janjikan atas pemeliharaannya selama ini dibenakmu.
atas tangan mu yang berlatih lebih kuat dari yang lain
atas pikiranmu yang berfikir lebih keras dari yang lain
atas waktu malammu yang kau pakai
atau peluh dan air mata yang kau sumbangkan
dia akan meninggalkanmu
saat mimpi yang kau gantungkan kau dapatkan.
aku percaya itu, karena ambisimu merasukiku kemarin.

berbahagialah
karena sungguh, aku mencintai pria dengan ambisi.
kamu.

You Might Also Like

0 comments

Pinterest

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe