Malaikat bernama Ibu.
07.44.00Saat aku masih dikandungan,
masih ingat betul aku akan rasa sedih yang menaungiku saat waktuku datang.
waktu untuk menantang dunia.
aku sedih. aku takut.
aku tak ingin berpisah dengan Tuhan, yang Maha Baik merawatku didalam sana.
lalu aku minta kepada Tuhan untuk tidak dikeluarkan dari rahim.
tapi Tuhan memelukku dan berkata,
bahwa, Tuhan sudah menitipkan aku kepada seorang malaikat
malaikat yang akan selalu menjadi menjagaku di duniaku kelak.
sedetik aku tak yakin, tapi aku tau Tuhan tak pernah ingkar.
sedetik kemudian semua putih. putih penuh cahaya.
aku lahir.
Tuhan benar!
Dia menitipkanku kepada seorang malaikat, namanya Ibu.
malaikat bernama ibu ini mempunyai kekuataan ditiap bagian tubuhnya.
tangan yang tak pernah lelah merawatku.
telinga yang tak pernah berhenti mendengarkan keluhku
mulut yang setia menasihatiku dengan kata-kata pilihan
pundak yang paling nyaman untuk kusandarkan masalah-masalah duniaku.
hati yang kaya. kaya akan kata maaf. kaya akan pengertian. kaya. sangat kaya.
saat ibu jatuh dari rasa nyamannya.
ia tetap bertahan.
bukan, bukan untuknya. tapi untuk anak-anaknya.
bahkan malaikat super dari Tuhan ini rela mengorbankan kebahagiaannya demi aku dan keluargaku kesabarannya tak pernah habis, Tuhan. sungguh, tak pernah.
saat ia terluka, ia tetap berjalan Tuhan. terus berjalan.
tak pernah lelah untuk tersenyum saat aku merasa dunia sudah berakhir.
tak pernah lelah untuk menguatkan.
ah Tuhan... Malaikat yang kau kirimkan hebat sekali.
hingga saat ini, detik ini pula.
saat suara hujan riuh rendah didepan kamar ku.
aku merasa durhaka Tuhan.
akankah kebaikan ku akan dirinya, sudah membalas satu tetes air asi yang ia berikan untukku,Tuhan?
sudahkah?
atau kebaikanku selama ini tak berarti?
karena aku pula menyakiti hatinya. mengecewakan hidupnya.
entahlah.
.
aku tau aku tak akan pernah mampu membalas ribuan ton kebaikan malaikatMu, Tuhan.
tidak akan.
untuk itu, sudilah kiranya Kau simpan tetesan doaku untuk tiket ibu memasuki rumahMu kelak.
bertemu dengan RasulMu.
jadikan ia bidadari surgamu yang paling bersinar.
karena ia tak hanya layak didunia, tapi juga disurga.
0 comments