Memilih Jurusan Kuliah, Memilih Masa Depan. Tips cantik untuk dede gemas!
09.28.00Setelah SMA kira-kira kamu mau kuliah dimana?
Ketika kita lulus SMA itu berarti kita sudah punya cukup usia untuk tau mana yang baik dan buruk untuk kita. Dengan kata lain, diri adalah penanggung jawab terbesar atas apapun yang kita pilih.
Jadi, pilihlah sesuai dengan passion yang kamu sukai. Dengar kata hati dan jalani.
Hingga suatu saat jika kalian jatuh, kalian tidak menyalahkan siapapun atas rasa sakit yang kalian derita.
Bagaimana dengan saya?
Terlahir sebagai anak bungsu yang didik untuk-harus-selalu-nurut dengan apa kata orang tua membuat saya pusing setengah mati ketika saya harus memilih pilihan hidup.
Saya terbiasa mendahulukan perasaan orang lain daripada perasaan saya sendiri. Senang membuat orang lain senang tapi lupa kalo diri sendiri harus senang.
Dari kecil saya sudah senang menggambar. Beranjak dewasa saya suka menulis dan menggambar. Namun, (dengan izin Tuhan) saya kurang disupport oleh kedua orang tua saya, dalam artian saya tidak diarahkan. Hingga tumbuhlah saya menjadi pribadi yang suka dan bisa segala. Desain bisa, olahraga bisa, menulis bisa, main gitar bisa. Tapi apakah ada yang pro? Tidak ada. Saya hanya bisa setengah-setengah.
Hingga tiba waktu ketika saya harus memilih masa depan: Penentuan jurusan kuliah.
Saya bingung setengah mati. Saya sempat ingin jadi guru, kemudian dibilang "Ya masa kamu jadi guru sih de?". Kemudian suka kimia dan ingin masuk teknik kimia. hahah tapi gajadi, lupa karena apa.
Kemudian saya ingin ambil sastra inggris, entah karena apa.
Kemudian saya ingin ambil tata busana, karena saya suka mendesain baju dari kecil, kemudian dibilang, "Kamu mau nanti jadi tukang jahit?".
Kemudian saya ingin masuk business manajemen, kemudian ada yang bilang, "Ya ngapain pilih bisnis, itu mah univnya mahal semua..."
Kemudian saya ingat, saya suka gambar, mungkin saya bisa jadi desain grafis. Kemudian dibilang,"Jangan, kalo masuk desain grafis itu terlalu detail. Kayaknya itu ga cocok sama kamu"
Akhirnya saya gagal tahun pertama. Dan akhirnya saya masuk MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di tahun kedua mencoba. Kok bisa? Pilihan saya waktu itu.
Apa kabar saya sekarang?
Setelah lulus, saya kerja perusahaan yang bergerak di BPO (Business Process Outsourcing) selama satu tahun dan resign.
Sekarang saya menjalankan business saya dibidang desain. hehe
Karena dari dulu saya ingin punya bisnis sendiri dan ga mau kerja sama orang lain.
Siapa yang salah?
Tentu saya yang salah. Terlepas dari semua latar belakang yang saya punya dan banyak orang yang tidak mendukung saya kala itu. Kalo sudah begini siapa yang bisa disalahin selain diri sendiri?
Seharusnya memang saya tidak mengikuti apa kata orang lain dan percaya dengan pilihan hidup yang saya punya.
Untuk itu saran saya untuk yang sedang memilih jurusan kuliah, pilih jurusan sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Jangan pilih jurusan untuk menyenangkan orang tua karena pada akhirnya kalo kitanya ga enjoy dan kuliah berantakan mereka juga yang akan sedih.
Tidak mengikuti saran orang terdekat bukan berarti kita jadi menjadi orang yang sombong dan keras kepala. Tapi, lebih kepada pembelajaran dalam sebuah keputusan.
Ketika kita gagal kita ga sibuk menyalahkan orang lain, tapi kita akan sibuk memperbaiki diri.
Gak cuman pilih universitas. Tapi pilih apapun, Kita adalah presiden dari diri kita sendiri. Kita bebas merdeka. Kita bukan diciptakan untuk menyenangkan orang lain setiap waktu. Kita yang memiliki andil penuh untuk membuat diri kita merasa bahagia.
Jadi, berhenti hidup untuk orang lain dan mulai untuk dirimu sendiri tanpa membuat dirimu menjadi orang yang egois. Karena kalau kamu senang, sekitar mu juga akan senang.
Ingat, tanpa membuat mu jadi sosok yang egois ya :)
Semoga tulisannya membantu kamu! :)
1 comments
syair di kertas hitam..cek d profile saya ntuk mengunjungi...hanya meminta saran dan kritikya..suwun hhh
BalasHapus