Setelah pertanyaan "Kapan Nikah?"
06.06.00Ternyata benar apa kata orang, kalo yang namanya mulut manusia itu gak pernah berhenti untuk 'memperhatikan' kehidupan kita
Ya anggap saja mereka itu memperhatikan ya.
Dulu, waktu saya sendiri saya disuruh nikah, ditanya kapan nikah.
Ternyata memutuskan untuk menikah muda juga tidak membuat orang sekeliling saya berhenti untuk 'memperhatikan' saya.
Pertanyaan seanjutnya adalah
Kenapa mau nikah?
Kok mau sih nikah muda?
Kenapa mau menikah dengan si dia?
Emang kalo kamu nikah hidup kamu lebih bahagia nantinya?
Dan rentetan perntanyaan perhatian lainnya.
Saya awalnya agak tertatih sih jawabnya (duile tertatih macam lirik lagu Kerispatih!hehe)
TAPI saya jadi ikutan bertanya sama diri saya apakah niatnya sudah lurus atau malah masih belok belok.
Jadi ingat bos saya pernah bilang begini, "Emang kalo menikah itu akan menyelesaikan masalah?" saya agak kurang paham sih maksudnya 'masalah' itu apa. Saya sempet mikir, emang saya punya masalah apa. Haha
OOhh.. mungkin maksudnya masalah itu pertanyaan orang yang secara tidak langsung saya jadikan masalah.
Memang betul. Ketika pertanyaan "kapan nikah?" sudah terjawab akan ada lagi pertanyaan perhatian lainnya. Belum lagi nanti ditanya, "Kapan punya anak?". Nah kalo kita jawab pertanyaan orang dengan punya anak, gak berarti kita akan terlepas dengan pertanyaan selanjutnya, "kapan si kakak punya adik?" sampai nanti pertanyaannya akan berubah menjadi "sekarang cucunya kuliah dimana?" LOL
Jadi yang harus dipersiapkan adalah bagaimana kita menyikapi pertanyaan itu dengan santai dan gak perlu rempong sama omongan dan pemikiran orang ke kita karna sesungguhnya itu hak mereka. Karena pertanyaan perhatian tidak akan pernah habis sampai kapanpun sahabat.
0 comments