Hidup seperti event..

02.41.00

Kemarin saya bercakap-cakap dengan sahabat saya. Kemudian secara implisit dia mengutarakan bahwa hidupnya sedang tidak berjalan sesuai dengan rencananya.
Hem.. saya sih gatau dia sedih atau engga. Tapi saya cuman bilang, kalo saya jadi dia ya saya bakal jalani sepenuh hati. karna apa yang terjadi sama kita sudah di ACC sama Tuhan. Dan pasti ini yang terbaik. Kemudian dia hanya mengiyakan.

Tapi ya saya tidak mau judge apapun dan sok paling tahu perasaan seseorang. Karna semua orang tidak sama bukan? Saya turut sedih kalo sahabat saya merasa sedih sekarang dengan rencananya yang berubah. Tapi saya juga turut berbahagia kalo apa yang dia jalani ini membuat dia bahagia.

Saya sebagai orang yang sering mengorganize event merasa kayaknya hidup itu seperti event deh.
Kita bikin jadwal acara, merencanakan eventnya ini dan itu, tujuannya untuk apa? Menyukseskan acara. Tapi apakah rencana yang kita buat akan 100% sesuai rencana. Tentu tidak. Yang tiba-tiba hujanlah. Yang tiba-tiba barangnya ketinggalan lah. Makanannya telatlah. Dan serentetan hambatan lain yang tidak sesuai rencana. Tapi apa kita pasrah saja dengan hambatan itu dan kemudian membiarkan eventnya gagal? Tentu tidak.

Begitu juga dengan hidup bukan? Saat tidak sesuai rencana, apa kemudian kita menyerah dengan tujuan hidup kita? Tentu tidak bukan?
Mungkin Tuhan merasa hidup kita terlalu datar untuk terus berjalan di jalan yang itu-itu saja yang lancar-lancar saja. Makanya Tuhan minta kita 'putar arah' sedikit kemudian putar balik dan belok kanan dan kiri agar kita lebih banyak berusaha untuk sampai di tujuan.

Kemudian saya bertanya dalam hati. Bagaimana dengan saya? lantas saya mereka ulang lagi rencana saya. Harusnya diumur segini saya sudah punya ini, sudah kesini, kesana, dan rentetan rencana lainnya. Dan voila! Rencana saya juga banyak yang berubah. Haha.
Tapi 1 bulan belakangan ini saya cukup banyak belajar. Bahwa sehebat apapun rencana kita sebagai manusia, tetaplah selalu sertakan Tuhan dalam setiap doa. Karna kalo tidak, semua percuma.
Rencana hidup saya banyak yang berubah. Pun saya tidak tahu rencana dua tahun, lima tahun, sepuluh tahun yang sudah saya fikirkan akan tetap sama atau tidak.

Saya tidak masalah jika rencana saya berubah-pun saya berharap sahabat saya tidak masalah jika rencana hidupnya berubah-karena saya percaya apapun perubahannya akan mengantarkan saya ke level hidup saya selanjutnya. Bukan begitu?

You Might Also Like

0 comments

Pinterest

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe