#Sharing: Takut.

11.24.00

Haloo manteman sejagad raya!

sebelumnya, izinkan gue mengucapkan Selamat Idul fitri 1434 H. Maafkan jika pernah tulisan gue di blog ini, pernah membuat beberapa pihak sakit hati *senyum tulus*

Baiklah, 
di malam yang ditemani oleh nyamuk yang setia hisap hisap darah di kaki, dan lagu concierto de aranjuez serta suara kipas angin dan TV yang diabaikan, gue mau sharing tentang takut.

ngomongin takut, masih inget ga kapan terakhir kali lo takut?
bukan, bukan takut sama hantu di The conjuring, atau takut sama kecoa dan cicak. tapi takut yang mendalam. yang buat perut lo mual dan kepala muter-muter, saking bingung ngadepin rasa takutnya.

gue pernah. dan masih inget.
waktu itu bulan januari atau akhir tahun 2012 kalo gasalah. saat gue dipilih buat jadi ketua salah satu sebuah komunitas pendidikan di Jakarta.
waktu itu gue takuut banget. mungkin karna gue ga siap yah, jadi ketua. karna waktu itu, ketua di pikiran gue tuh macem ketua yang lama lah. yang banyak pengalaman, yang insiatifnya tinggi, bukan kaya gue lah.
wah pokoknya saat itu gue lupa deh sama kelebihan yang Tuhan kasih dan mengeluhkan segala kekuarangan gue yang menjadikan diri gue kecil dimata diri gue sendiri.

gue takut, gue ga bisa mengemban tugas gue secara baik. gue takut nanti salah ambil keputusan.
belum lagi ketakutan gue dengan tekanan dari pihak luar. ekspektasi orang banyak akan gue. dan gue gabisa jadi diri sendiri lagi, gue jadi berubah. ga jadi widya yang biasa. gue takut gue takut sama perubahan. gue ga siap sama itu semua. 
karna gue merasa gue ga mampu, gue takut. ah pokoknya pikiran jelek numpuklah.

rasa takutnya juga mempengaruhi kerja gue. gue jadi sukaa banget ngeluh-ngeluh sendirian. mengeluhkan betapa beratnya tanggung jawab gue, mengeluhkan kinerja si A si B si C, tanpa mikir jalan keluarnya. pokoknya semua serba susah. serba sulit. belum lagi, takut membuat gue jadi pecundang. ga berani ambil keputusan, karna takut salah.

menyedihkankan?
sangat.

sampe akhirnya gue gerah sendiri sama sikap gue.
capek sendiri. apa-apaan gue jadi cupu begini. segala takut terus, berlebihan. haha
akhirnya gue curhat sana-sini, minta pendapat sana-sini.

Terus gue coba buat menenangkan diri dan masuk dalam proses mengerti dan belajar dengan keadaan selama berbulan-bulan.
yang gue pelajari untuk menghilangkan rasa takut ya, tau alasan gue takut.
itu yang 'disembuhin' sampai sekarang, bahkan sampai detik ini. karna proses melawan rasa takut ga sebentar kayaknya. hehe.
terus menerima. intinya ikhlas. saat ga siap, terus ikhlas untuk diemban amanah, ya nantinya gabakal jadi takut. menurut gue gitu sih.
ikhlas juga menerima bahwa Tuhan kasih kita kelebihan dan kekurangan. setiap manusia. ga ada yang sempurna, bahkan pak Jokowi-Ahok pun ga sempurna.
Ikhlas juga menerima bahwa apapun yang terjadi itu ya pasti ada alesannya. Tuhan kasih gue kesempatan buat mimpin sesuatu juga ada alesannya pasti.

Sampai sekarang, kalo ditanya masih suka takut. ya pastilah.
tapi kadarnya mungkin ga sedalem dulu. dan intensitasnya juga ga sesering dulu. alhamdulilah. heuheuheu

dan gue belajar satu hal dari rasa takut,
bahwa untuk jadi pemimpin atau apapun yang lo impikan, atau yang sedang lo ingin capai atau menjadi apapun sesuai kenginan lo tuh, ga ada rumus pastinya.
ga ada cara pastinya. ga akan ada. menurut gue.
rahasianya ya ada didiri lo.
sungguh.

saat kemarin belajar dari ketakutan, gue jadi sadar pemimpin yang baik itu ya bukan dia yang punya rumus andalan untuk menjadi pemimpin hebat, atau dia yang punya kitab kuning untuk menjadi pemimpin handal.
tapi dia yang mau jatuh dan belajarm dia yang mau menjadi benar saat tau dia itu salah, mau menjadi dirinya sendiri saat lingkungan tak lagi sama, berani buat menghadapi apapun dari manapun, termasuk dia yang berani menghadapi dirinya sendiri, ketakutannya.

You Might Also Like

0 comments

Pinterest

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe